Cerita ini terjadi di pantai Sumatera Barat dahulu kala ada sebuah keluarga yang hidup miskin. Untuk mengubah nasib ayah mereka pergi ke luar negeri meninggalkan istri dan anaknya.
Namanya Malin Kundang
Channel Youtube : Riri Cerita Anak Interaktif
Link : https://www.youtube.com/watch?v=IQW64q5-lNE
Mengapa suami saya belum kembali?
Selamat pagi, Bu
Selamat pagi, Malin
Saya ingin pergi memancing, Bu ...
Baiklah, Nak, hati-hati
(Meskipun Malin nakal tapi dia anak pekerja keras)
Ha ha ha ha
saya menyukainya .... saya menyukainya. ..saya suka makan ikan aha ha aha ha
Sejak kecil dia sering membantu ibunya menangkap ikan sebagai makanan sehari-hari mereka
Lihat, Bu...Saya mendapatkan ikan besar hari ini
Wow, Keren, saya akan membuat ikan goreng favoritmu
Seiring berjalannya waktu. Malin tumbuh menjadi seorang pemuda tampan. Dia merasa kasihan pada ibunya yang selalu bekerja sendiri. Dia ingin pergi jauh bekerja untuk membantu ibunya
Apakah kamu yakin ingin pergi, nak?
Ya Bu...
Doakan aku beruntung agar bisa membantumu. Dia pergi bersama kapten agung
Malin mulai berlayar merantau
Ibunya akhirnya melepaskan dia
Anak tunggalnya
Hei, Malin...Ayo pergi sekarang
Bu... Kapten sudah memanggilku, aku pergi dulu, Bu
Ahh Baiklah, Nak jaga dirimu
Sampai jumpa lagi, Bu, Sampai jumpa anakku
Kapal yang membawa Malin mulai beranjak meninggalkan ibunya yang tinggal sendiri. Setelah ibunya Malin dia tinggal sendirian di gubuk tuanya. Hampir setiap hari dia melihat ke laut dan memikirkan putranya dan dia tidak pernah tahu tentang dia.
Malin, apa kabar, Nak?
Ya Tuhan, tolong jaga dia semoga dia selalu sehat
(Waktu berlalu), ibu Malin semakin tua. Dia masih hidup sendiri. Malin juga tidak pernah memberi tahu tentang kepulangannya. Sampai suatu hari, ibunya kembali dari pasar
Ahh ... ikan ini masih segar
Tentu saja, Bu
Tolong ambil satu, Bu, dapatkan ikan segar, dapatkan tubuh yang sehat
Ahhh ... seekor ikan
Malin dulu suka makan ikan tumis yang saya buat untuknya. Saya sangat merindukannya
Dalam perjalanan pulang
Ibunya melihat Kapten yang telah bersama Malin
Ha?
Bukankah dia kaptennya?
Ha... Ha... Pak,
Pak Kapten
Ah, ibu Malin
Bagaimana anak saya, Pak?
Kapten menceritakan segalanya tentang Malin kepada ibunya Sekarang, Malin telah berhasil Bu ...Sekarang, Dia adalah pedagang kaya. Dia juga punya istri. Saya mendengar bahwa dia akan berkunjung ke sini besok.
Ah ... Benarkah?
Malin Oh Malin
Ibunya terlihat sangat senang setelah mendengar kabar dari
Kapten Malam harinya ibunya langsung pergi memasak di dapur
Dia tidak peduli betapa lelahnya dia hanya untuk menyambut kedatangan Malin, saya akan membuatkan ikan goreng itu Malin suka. Aku akan membuat banyak untuk istrinya juga, Akhirnya, pagi telahtiba hari ketika Malin akan tiba di kampung halamannya
Ibunya bergegas ke pantai
Ha... ha... ha...
Ha... ha ...
Malin...
Ha... ha...
Ah.... Untung masih ada waktu
Saat kapal sudah tiba
beberapa orang sudah berkumpul untuk menyambut kapal
Malin Kapal Malin terlihat besar dan megah
Nya ibu tergerak saat melihatnya.
Ia tak sabar melihat anaknya
Malin akhirnya tiba di tanah airnya
Ia dan istrinya yang cantik
turun dari kapal mewahnya
Tiba-tiba, dari kejauhan
ibunya memanggil namanya dengan lantang
Malin...
Malin anakku...
Kamu sudah dewasa naik
Ha?
Istrinya terkejut dan bertanya
siapa wanita tua yang kotor itu, suamiku?
Dia bukan ibumu kan?
Kamu bilang orang tuamu kaya
Ah....
Yah... Dia...
Eh... Bukan, Dia bukan ibuku
Aku bahkan tidak mengenalnya
Tak disangka
Malin mendorong ibunya
Sampai dia jatuh ke tanah
Euh...
Aduh
aku tidak pernah punya ibu yang jorok seperti
Tapi Malin...
Kau anakku
Cukup. Istriku ayo pulang
kita telah berkunjung di pulau yang salah
Malin meninggalkan ibunya menangis
Heu... Heu...
Sang ibu tidak menyangka
anaknya yang sudah lama diasuh
telah berubah dan melupakannya
Ibunya berdoa kepada Tuhan
Tuhanku...
Jika dia bukan anakku
aku akan memaafkannya
Tapi jika dia benar-benar anakku
aku meminta keadilanmu
Seketika, langit begitu cerah berubah menjadi gelap
Tuhan sepertinya menjawab doanya
Yang berat hujan badai menghalangi kapal Malin Kundang
Kapal mulai pecah karena disambar
petir Seluruh ABK tampak panik
Istrinya tertimpa kapal olimpiade dan meninggal
Kapal terus terombang-ambing di laut
hingga menepi di sebuah pulau
kemudian, perlahan kapal tenggelam
Aduh..
Malin terdampar di sebuah pulau
Dia terlihat sangat lelah dan putus asa
Akh!!!
apa ini?
Kenapa tanganku kaku?
Dia berlutut memohon belas kasihan
tapi sudah terlambat.
Maafkan aku, Bu...
Krakk... krakk...
Akh!!!
Segera, seluruh tubuh Malin berubah menjadi batu
Hukuman itu pantas untuknya
Karena dia tidak menghormati ibunya
Nilai moral dari cerita ini adalah
Ibu adalah wanita berharga yang melahirkan kita
Cintai dan hormati Ibumu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar