Rabu, 17 November 2021

Malin Kundang | Bed Time Stories for Indonesian Children

Cerita ini terjadi di pantai Sumatera Barat dahulu kala ada sebuah keluarga yang hidup miskin. Untuk mengubah nasib ayah mereka pergi ke luar negeri meninggalkan istri dan anaknya.

Namanya  Malin Kundang



Channel Youtube : Riri Cerita Anak Interaktif

Link : https://www.youtube.com/watch?v=IQW64q5-lNE



Mengapa suami saya belum kembali?

Selamat pagi, Bu

Selamat pagi, Malin

Saya ingin pergi memancing, Bu ...

Baiklah, Nak, hati-hati

(Meskipun Malin nakal tapi dia anak pekerja keras)

Ha ha ha ha

saya menyukainya .... saya menyukainya.  ..saya suka makan ikan aha ha aha ha


Sejak kecil dia sering membantu ibunya menangkap ikan sebagai makanan sehari-hari mereka

Lihat, Bu...Saya mendapatkan ikan besar hari ini

Wow, Keren, saya akan  membuat ikan goreng favoritmu


Seiring berjalannya waktu. Malin tumbuh menjadi seorang pemuda tampan. Dia merasa kasihan pada ibunya yang selalu bekerja sendiri. Dia ingin pergi jauh bekerja untuk membantu ibunya

Apakah kamu yakin ingin pergi, nak?

Ya Bu...

Doakan aku beruntung agar bisa membantumu. Dia pergi bersama kapten agung

Malin mulai berlayar merantau

Ibunya akhirnya melepaskan dia

Anak tunggalnya


Hei, Malin...Ayo pergi sekarang

Bu...  Kapten sudah memanggilku, aku pergi dulu, Bu


Ahh Baiklah, Nak jaga dirimu

Sampai jumpa lagi, Bu, Sampai jumpa anakku


Kapal yang membawa Malin mulai beranjak meninggalkan ibunya yang tinggal sendiri. Setelah ibunya Malin dia tinggal sendirian di  gubuk tuanya. Hampir setiap hari dia melihat ke laut dan memikirkan putranya dan dia tidak pernah tahu tentang dia.


Malin, apa kabar, Nak?

Ya Tuhan, tolong jaga dia semoga dia selalu sehat

(Waktu berlalu), ibu Malin semakin tua. Dia masih hidup sendiri. Malin juga tidak pernah memberi tahu tentang kepulangannya. Sampai suatu hari, ibunya kembali dari pasar


Ahh ... ikan ini masih  segar

Tentu saja, Bu

Tolong ambil satu, Bu, dapatkan ikan segar, dapatkan tubuh yang sehat

Ahhh ... seekor ikan

Malin dulu suka makan ikan tumis yang saya buat untuknya. Saya sangat merindukannya


Dalam perjalanan pulang

Ibunya  melihat Kapten yang telah bersama Malin

Ha?

Bukankah dia kaptennya?

Ha... Ha... Pak,

Pak Kapten

Ah, ibu Malin

Bagaimana anak saya, Pak?

Kapten menceritakan segalanya tentang Malin kepada ibunya Sekarang, Malin telah berhasil Bu ...Sekarang, Dia adalah pedagang kaya. Dia juga punya istri. Saya mendengar bahwa dia akan berkunjung ke sini besok.


Ah ... Benarkah?

Malin Oh Malin

Ibunya terlihat sangat senang setelah mendengar kabar dari

Kapten Malam harinya ibunya langsung pergi memasak di dapur

Dia tidak peduli betapa lelahnya dia hanya untuk menyambut kedatangan Malin, saya akan membuatkan ikan goreng itu  Malin suka. Aku akan membuat banyak untuk istrinya juga, Akhirnya, pagi telahtiba hari ketika Malin akan tiba di kampung halamannya


Ibunya bergegas ke pantai




Ha... ha... ha...


Ha... ha  ...


Malin...


Ha... ha...


Ah.... Untung masih ada waktu


Saat kapal sudah tiba


beberapa orang sudah berkumpul untuk menyambut kapal


Malin Kapal Malin terlihat besar dan megah


Nya  ibu tergerak saat melihatnya.


Ia tak sabar melihat anaknya


Malin akhirnya tiba di tanah airnya


Ia dan istrinya yang cantik


turun dari kapal mewahnya


Tiba-tiba, dari kejauhan


ibunya memanggil namanya dengan lantang


Malin...


Malin anakku...


Kamu sudah dewasa  naik


Ha?


Istrinya terkejut dan bertanya


siapa wanita tua yang kotor itu, suamiku?


Dia bukan ibumu kan?


Kamu bilang orang tuamu kaya


Ah....


Yah... Dia...


Eh... Bukan, Dia bukan ibuku


Aku bahkan tidak mengenalnya


Tak disangka


Malin mendorong ibunya


Sampai dia jatuh ke tanah


Euh...


Aduh


aku tidak pernah punya ibu yang jorok seperti


Tapi Malin...


Kau anakku


Cukup.  Istriku ayo pulang


kita telah berkunjung di pulau yang salah


Malin meninggalkan ibunya menangis


Heu... Heu...


Sang ibu tidak menyangka


anaknya yang sudah lama diasuh


telah berubah dan melupakannya


Ibunya berdoa  kepada Tuhan


Tuhanku...


Jika dia bukan anakku


aku akan memaafkannya


Tapi jika dia benar-benar anakku


aku meminta keadilanmu


Seketika, langit begitu cerah berubah menjadi gelap


Tuhan sepertinya menjawab doanya


Yang berat  hujan badai menghalangi kapal Malin Kundang


Kapal mulai pecah karena disambar


petir Seluruh ABK tampak panik


Istrinya tertimpa kapal olimpiade dan meninggal


Kapal terus terombang-ambing di laut


hingga menepi di sebuah pulau


kemudian, perlahan kapal tenggelam


Aduh..


Malin terdampar di sebuah pulau


Dia terlihat sangat lelah dan putus asa


Akh!!!


apa ini? 


Kenapa tanganku kaku?


Dia berlutut memohon belas kasihan


tapi sudah terlambat.


Maafkan aku, Bu...


Krakk... krakk...


Akh!!!


Segera, seluruh tubuh Malin berubah menjadi batu


Hukuman itu pantas untuknya


Karena dia tidak menghormati ibunya


Nilai moral dari cerita ini adalah


Ibu adalah wanita berharga yang melahirkan kita


Cintai dan hormati Ibumu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Timun Mas dan Buto Ijo | Bed Time Stories for Indonesian Children | Folk and Fairy tales

Kisah Timun Mas dan Buto Ijo Cahannel Youtube  :  https://www.youtube.com/watch?v=juEC_Q-j9Tw Dahulu kala ada seorang janda tua namanya Bu S...